Sejarah Masjid Assyuhada: Masjid Bersejarah di Bali

Masjid Nurul Huda adalah bangunan masjid yang tertua di Provinsi Bali,yang mana jika anda wisata ke masjid ini,pastinya anda akan melihat sekilas bangunan fisik yang ada pada masjid ini begitu indah dan menawan,apalagi ketika berada di lantai dua,

Masji ini sepertinya merupakan masjid kebanggaan bagi warga islam yang ada di Bali,layaknya Masjid Istiqlal di Jakarta. Tidak heran pada saat itu masjid adalah yang terbaik di Kabupaten Badung dan disebut Bali.

http://oesterweg.org/mengenal-sejarah-masjid-agung-kota-kendaltempat-wisata-religi/

Toilet dan toilet diletakkan di sisi kanan dan kiri depan masjid, terpisah dari bangunan utama, sehingga kebersihannya tetap terjaga. Bangunan dua lantai ini memiliki 3 pintu masuk utama, salah satunya adalah pintu masuk khusus untuk ruang sidang bagi wanita.

Baca Juga: Jasa Pasang Kubah Masjid Terpercaya Di Bali

Nilai historis Masjid Nurul Huda dimulai ketika Raja Hayam Wuruk mengadakan pertemuan raja-raja nusantara selama era Majapahit. Bangunan Masjid Asy-Syuhada diperkirakan asli sejak didirikan.

Jadi penyihir penyihir akhirnya menetap di pulau itu dan kemudian membangun sebuah masjid kecil yang ia buat dengan bahan sederhana, tetapi cukup bagus.

Atapnya terbuat dari ijuk, dindingnya terbuat dari batu, sedangkan lantainya terbuat dari marmer persegi yang sekarang terlihat antik dan langka. Belakangan, raja menemukan bahwa pengembara itu rupanya orang yang memiliki keajaiban dan sihir. Jadi raja memerintahkan gelandangan yang ditangkap untuk meminta bantuan terhadap kerajaan Mangui.

Renovasi dilakukan di masjid Ash-Shuhada, yaitu mengganti atap dengan ubin dan bagian atas kubah. Ruang sholat diganti dengan marmer satu meter persegi. Faktanya, masjid pertama dibangun pada akhir abad ke-13 dan merupakan jejak masuknya Islam ke pulau para dewa.

Sejak 1970-an, renovasi terus berlanjut hingga hari ini dan telah diubah menjadi masjid yang indah.

Adzan Asar belum mengulangi, beberapa anak berpakaian koko dan celana panjang duduk di tangga Masjid Nurul Huda, Desa Gelgel, Klungkung, Bali.

Sejak pembangunan Masjid Agung, Sudirman telah mengalami beberapa kali renovasi, yaitu pada tahun 1979 untuk memperbaiki bangunan yang rusak, dan pada tahun 1994 untuk memperluas bangunan dan mengubah bentuk keinginan orang Bali.

Kepala bangunan masjid berupa tumpang tindih dua atap limas untuk meningkatkan fitur bangunan Bali Wantilan. Bahan atap menggunakan ubin menghiasi untuk menghubungkan empedu di ujung punggungan, yang merupakan ornamen arsitektur gaya khas Bali.

Mereka membawa rempah-rempah, besi, kain dan berbagai porselen untuk ditukar dengan beras, kopi, dan kelapa dari kerajaan Badung.

Dibangun sejak 2012, masjid ini sepenuhnya terletak di Dreamland Bali, Jalan Pecatu Indah Resort, Pecatu Bali, Kuta Selatan. Bangunan beratap limas berada tepat di tepi pintu masuk ke Pantai Dreamland.

Masjid tertua di Bali ini terletak sekitar 3 km selatan kota Klungkung, sedangkan jarak dari Denpasar adalah sekitar 30 km melalui jalur Ida Bagus Mantra. Masjid Nurul Huda di Gelgel terletak di tengah-tengah desa Hindu Bali.

Dan di sekitarnya ada banyak kuil besar untuk evakuasi umat Hindu, seperti alam semesta surgawi dari Kuil Dasar Bhuana, kuil kawitan Pasek Gelgel, dan Dalem Pvt. Ini luar biasa, orang-orang saling menghormati dan rasa toleransi beragama sangat terjaga, ini bisa menjadi contoh yang baik tentang bagaimana orang beragama sekarang menjaga kebersamaan dan perbedaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *