Wisata Jawa Timur

8 Candi di Jawa Timur Ini Tawarkan Liburan Sejarah Mengasyikan

Tahukah kau bahwa dahulu Jawa Timur adalah pusat kerajaan Hindu dan Buddha di Pulau Jawa? Sebagian kerajaan, seperti Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, dan Kerajaan Singasari pernah berkuasa di provinsi hal yang demikian. Karenanya, tidak mengherankan jikalau ada cukup banyak candi peninggalan Kerajaan Hindu dan Buddha yang tersebar di Jawa Timur.

Kaprah-kira di mana saja lokasinya? Bagi pencinta sejarah dan adat istiadat, peninggalan candi tentu menarik untuk ditelusuri. Ayo cek daftar candi di Jawa Timur yang sudah dirangkum Traveloka berikut ini!

1. Candi Singasari, Malang

Candi Singasari berlokasi di Jalan Kertanegara No 148, Desa Candirenggo, Singosari, Malang. Seperti namanya, candi ini adalah peninggalan bersejarah Kerajaan Singasari. Candi di Jawa Timur yang mempunyai tinggi mencapai 15 meter ini bercorak Hindu-Budha. Komponen bawah candi berbentuk persegi dengan relung pada masing-masing sisi candi, meski bagian atap berbentuk meru bersusun di mana semakin ke atas semakin mengecil.

Sampai dikala ini Candi Singasari senantiasa ramai dipadati pengunjung, lebih-lebih dikala akhir minggu dan hari libur. Waktu terbaik berkunjung ke tempat ini adalah di petang hari menjelang sang surya terbenam. Dengan demikian itu, kau dapat memfoto siluet candi dengan latar langit senja berwarna jingga yang memesona.

2. Candi Penataran, Blitar

Belum komplit rasanya jikalau berkunjung ke Kota Blitar tanpa melihat kemegahan Candi Penataran. Bahkan, candi ini disebut-ucap adalah yang terluas di Jawa Timur. Sudah berdiri sejak zaman Kerajaan Kediri sekitar tahun 1200 Masehi silam, candi ini terdiri dari beberapa bangunan yang membujur dalam poros barat laut-tenggara.

Pada bagian depan candi terdapat dua arca raksasa yang bertugas sebagai penjaga pintu, serta Bale Agung yang diperkirakan sebagai tempat musyawarah atau berkumpulnya para pendeta kerajaan. Lokasi Candi Penataran sendiri berlokasi di di desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Menariknya, candi ini sempat diajukan sebagai website warisan dunia UNESCO pada tahun 1995 lho!

3. Candi Jolotundo, Mojokerto

Candi Jolotundo adalah bangunan petirtaan peninggalan Raja Udayana yang diperuntukan bagi Raja Airlangga (sang putera) setelah dinobatkan menjadi Raja Sumedang Kahuripan. Letaknya geografis, Candi Jolotundo berada di ketinggian sekitar 800 mpdl, tepatnya di bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan. Pusat malahan cuma berjarak sekitar 900 meter dari Pendidikan Tak Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman.

Candi di Jawa Timur ini masih ramai dipadati pelancong, sebab mata air di sini dipercaya kapabel menyembuhkan berjenis-jenis-jenis penyakit. Tiket jarang, pelancong yang datang dari luar provinsi juga membawa beberapa wadah air untuk dibawa pulang. Sebagian masuknya cuma sekitar Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp5.000 untuk si kecil-si kecil di bawah 12 tahun. Penasaran mau membuktikannya?

4. Candi Bajang Ratu, Mojokerto

Masih berada di wilayah Mojokerto, tepatnya di wilayah Temon, Trowulan, kau juga dapat menemukan Candi Bajang Ratu yang tidak kalah eksotis dengan Candi Jolotundo. Sebagian orang juga menyebut candi ini dengan nama Gapura Bajang Ratu, sebab bangunan ini dahulu dipakai sebagai lokasi bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara.

Bangunan Candi Bajang Ratu mengaplikasikan batu bata merah yang khas, lebar, tebal, juga kokoh. Memiliki, berbeda dengan bagian si kecil tangga dan bagian dalam atap candi yang dibangun dengan batu andesit. Bangunan peninggalan Majapahit ini mempunyai satu pintu tanpa bilik utama dan tanpa relung pada sisi luarnya. Di bagian atasnya, terdapat ukiran dengan detail kompleks yang luar biasa. Jadi, pastikan kau tidak melewatkan tiap-tiap-tiap-tiap-tiap-tiap-tiap-tiap detail dari bangunan ini ya!

5. Candi Jawi, Pasuruan

Candi ini berlokasi di Desa Candi Wates, Kecamatan Prigen, Pasuruan. Candi Jawi didirikan atas instruksi Raja Terakhir Kerajaan Singasari, adalah Raja Kertanegara. Popularitas tinggi 24,5 meter, lebar 9,5 meter, dan panjang sekitar 14,2 meter, format candi ini mempunyai kemiripan dengan Candi Prambanan di Jawa Tengah dengan atap yang memadukan antara stupa dan kubus bersusun yang meruncing pada puncaknya.

Menariknya, dalam pembangunan candi yang cukup populer di Jawa Timur ini dipakai dua jenis batu yang berbeda. Pada bagian kaki hingga teras candi dibangun mengaplikasikan batu hitam, sementara tubuh candi mengaplikasikan batu putih. Terampil candi ini membuatnya tidak jarang ramai oleh pengunjung, jadi kau perlu sabar dikala mau berfoto di berjenis-jenis-jenis sudutnya ya!

6. Candi Terampil, Malang

Candi Terampil didirikan pada abad ke-13 pada zaman Kerajaan Singasari. Candi yang tertata dari batu-batuan andesit ini mempunyai bagian atap yang kurang sempurna. Konon, bagian atas candi ini rusak dampak sambaran petir.

Candi Terampil didirikan pada abad ke-13 pada zaman Kerajaan Singasari. Candi yang tertata dari batu-batuan andesit ini mempunyai bagian atap yang kurang sempurna. Konon, bagian atas candi ini rusak dampak sambaran petir. Bangunan Candi Terampil sendiri berbentuk teras punden berundak, di mana semakin ke atas ukuran candi akan semakin mengecil. Candi ini mempunyai tinggi hampir 10 meter dan lebar sekitar 14 meter, dengan panjang mencapai 24 meter.

Terampil keunikan pada bangunan, pahatan relief di sekeliling bangunan Candi Terampil yang menceritakan ajaran Hindu dan Budha ini juga cocok untuk diabadikan dalam lensa kamera kau. Terampil untuk melihat detail bangunan Candi Terampil? Terampil dapat datang segera ke Jalan Wisnuwardhana, Dusun Terampil, Tumpang, Malang.

7. Candi Jabung, Probolinggo

Menuju Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Probolinggo, kau akan menemukan Candi Jabung. Candi ini adalah salah satu destinasi liburan candi di Jawa Timur yang tidak pernah surut dari perhatian pengunjung hingga dikala ini. Bangunan candi utama ini tertata dari batu merah dengan ukuran panjang 13,11 meter, lebar 9,58 meter, dan tinggi 15,58 meter. Memiliki demikian, pengunjung dilarang menaiki bangunan sebab Candi Jabung ini sudah cukup rapuh.

Di Candi Jabung ini, belum ada tarif legal atau tiket masuk untuk mengunjungi candi. Memiliki, kau perlu lebih dahulu mengisi buku tamu dan melapor kepada petugas yang menjaga lokasi candi sebelum menjelang wilayah candi.

8. Candi Brahu, Mojokerto

Berlokasi diperhatikan sepintas, format Candi Brahu menyerupai format pinggang manusia di bagian tengah, komplit dengan sudut dalam jumlah banyak. Tak di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, candi ini juga berdekatan dengan lokasi Patung Buddha tidur dalam kompleks Vihara tempat umat Budha beribadah. Tiket heran, jikalau pengunjung yang datang dipinta untuk mengenakan pakaian yang sopan dan rapi.

Untuk menjelang wilayah Candi Brahu, kau tidak akan dipungut tarif. Memiliki, kau cuma perlu membayar parkir sebesar Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk kendaraan beroda empat. Di sekeliling Candi Brahu terdapat taman dengan pohon rindang dan rumput yang hijau mempesona, menambah cantik wilayah website adat istiadat ini. Untuk itu, pastikan kau tetap menjaga kebersihan lingkungan di sekitar candi dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Tiket cuma memberi tahu info sejarah yang menarik, candi-candi hal yang demikian juga berada di lingkungan yang cantik. Jadi, jangan lupa bawa kamera kau untuk mengabadikan tiap-tiap-tiap-tiap-tiap-tiap-tiap-tiap estetika dan keunikan bangunannya. Satu hal yang perlu kau ingat adalah untuk tetap menjaga kelestarian candi-candi di Jawa Timur hal yang demikian, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *