Buah Mangga Cengkir Oleh-oleh Khas Dari Kabupaten Indramayu

Indramayu dikenal dengan julukan Kota Mangga. Julukan itu masuk akal, sebenarnya, karena Indramayu dikenal memiliki beberapa varietas mangga unggul, dan salah satunya adalah Cengkir Mango, yang dikenal secara lokal sebagai Pelem Cengkir (Mango = Pelem).

Kondisi geografis Indramayu yang cocok untuk tanaman mangga menyebabkan daerah tersebut menghasilkan mangga berkualitas tinggi.

Buah Mangga Cengkir Oleh-oleh Khas Dari Kabupaten Indramayu

Mangga Cengkir memiliki area sirkulasi terbatas di wilayah Kabupaten Indramayu dan sekitarnya, itulah sebabnya mangga ini telah menjadi ikon Kabupaten Indramayu

Keunikan mangga ini adalah buahnya besar dan memiliki serat buah yang unik. Penampilan luar mangga cengkeh menyerupai mangga Harumanis yang berbentuk oval.

Perbedaannya adalah bahwa kulit cengkeh-mangga lebih tebal, sehingga lebih tahan benturan dan dapat disimpan lebih lama daripada Harumanis-Mangga. Keistimewaan lain dari cengkeh mangga adalah biji kecil, oval pipih panjang antara 13-14 cm. Saat dipanen, mangga mencapai panjang 15 cm dengan berat rata-rata 450 g per buah.

Setelah dimasak, kulit mangga cengkeh berwarna hijau muda dan lebih kekuningan. Sedangkan dagingnya berwarna kuning tua hingga oranye. Dagingnya terasa keras dan empuk.


Tidak seperti varietas mangga lain yang lebih basah, rasa cengkeh manis dan kering, mungkin karena wilayah Indramayu memiliki cuaca yang sangat panas atau daerah pantai, sehingga Cengkir Indramayu terasa manis dan lembut.

Beberapa orang lebih suka makan mangga Cengkir ketika mereka tidak matang (hampir matang), atau dalam bahasa lokal mereka disebut pelemak cengkeh kesemutan dengan sedikit asam, rasa manis yang terasa segar.

Selain sifat khusus mangga cengkeh, Kabupaten Indramayu juga menawarkan berbagai varietas mangga lainnya seperti Gedong Gincong, Harumanis, Elefantenmango, Manalagi, Ananasmango, Remucu-Mangga, Bapang-Mangga dan sebagainya. Tetapi apa yang terkenal dari dunia Wiralodra adalah cengkeh dan Gedong Gincong Mangga, keduanya memiliki rasa manis dan sah serta memiliki daging tebal dan empuk.

Persyaratan untuk pertumbuhan tanaman mangga
Tanaman mangga, termasuk batang Anarcadiaceae, berbentuk pohon dengan ketinggian 10 hingga 40 meter dan diameter sekitar 80 hingga 100 cm.

Batang abu-abu, kulit tidak rata, terbelah dan jus putih bening. Untuk pertumbuhan yang tidak membutuhkan persyaratan tinggi, tanaman dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 300 hingga 500 m di atas permukaan laut, terutama di tanah yang gembur dengan pH 5,0 hingga 6,0 dan disiram dengan baik.

Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan memiliki waktu pengeringan sekitar 3-4 bulan.

Persiapan bibit tanaman mangga
Sebelum Anda menanam pohon mangga, tentu saja, Anda harus terlebih dahulu menyiapkan bibit tanaman. Pilih benih berkualitas dari varietas yang disukai atau disesuaikan dengan selera pasar lokal.

Anda bisa mendapatkan biji mangga dari penjual bibit tanaman. Berhati-hatilah saat membeli benih dan pastikan Anda membeli benih dari penjual tepercaya. Bibit mangga juga bisa dibuat sendiri.

Tanaman mangga diperbanyak secara generatif dan vegetatif, yaitu perbanyakan dengan biji, okulasi dan okulasi. Untuk hasil terbaik, hindari perbanyakan tanaman dari biji.


Persiapan lahan budidaya mangga
Kebun dibersihkan dari semak-semak dan tanaman liar, kemudian jarak tanam diukur dan ditandai dengan tiang di titik tanam. Jarak antara pohon mangga idealnya 10 mx 10 m atau 12 m x 12 m.

Buat lubang tanam di titik tanam yang ditentukan. Pada tanah terstruktur yang keras, lubang tanam dibuat dengan ukuran 1 mx 1 mx 1 m. Sementara lubang tanaman terstruktur bisa lebih kecil di tanah gembur, ini sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *