Batusangkar simbol budaya sumatera barat

Batusangkar ialah suatu kota yang terletak di Kabupaten Tanah Datar. Diketahui bagaikan ikon wisata budaya di Sumatera Barat. Batusangkar menaruh destinasi budaya yang bermacam- macam serta unik. Hingga balapan sapi juga terdapat di mari, loh!

Batusangkar merupakan suatu kota yang terletak di dalam daerah pemerintahan kabupaten tanah datar, yang pula ialah pusat pemerintahan Kabupaten Tanah Datar. Kota ini terletak pada 3 kecamatan, ialah Kecamatan 5 Kalangan, Kecamatan Tanjung Emas, serta Kecamatan Sungai Tarab.

Mengapa bernama Batusangkar belum bisa dikenal dengan tentu, banyak yang mengatakan batusangkar berasal dari kata batu serta sangkar, tetapi tidak ditemui dengan tentu di mana batu yang terletak dalam sangkar maupun batu berupa sangkar. yang jelas wilayah ini tadinya diketahui bagaikan Fort Van der Capellen sepanjang masa kolonial Belanda, ialah suatu benteng pertahanan Belanda yang didirikan sewaktu Perang Padri. Benteng ini dibentuk antara 1822 serta 1826 serta dinamai bagi nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Gram. A. Gram. Ph. van der Capellen. Kawasan ini secara formal berubah nama jadi Batusangkar pada tahun 1949, mengambil alih nama kolonial sebelumya.

Benteng Van der Capellen tahun 1826 Sehabis meredanya PRRI/ Permesta, pada tahun 1957, kawasan ini diduduki oleh batalyon 439 Diponegoro, serta berikutnya pada bertepatan pada 25 Mei 1960 jadi kantor Polres Tanah Datar.

Jika bahas Sumatera Barat, tentu hendak langsung tertuju pada Kota Padang. Normal, soalnya Padang memanglah kaya aka kemampuan wisata serta bagaikan pusat pemerintahan pula. Tetapi cobalah tengok sejenak ke Kota Batusangkar di Kabupaten Tanah Datar. Kota ini pula tidak kalah menariknya dengan Padang, loh! Apalagi, Batusangkar jadi ikon wisata budaya dari Porvinsi Sumatera Barat.

Lalu, apa saja wisata budaya yang dapat kita pelajari di Batusangkar ini? Berikut listnya:

Istana Pagaruyung

Terletak di Kenagarian Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Istana Pagaruyung ataupun Istano Baso merupakan salah satu destinasi wisata budaya sangat populer di Sumatera Barat. Istana ini ialah tempat tinggal keluarga Kerajaan Pagaruyung sampai tahun 1833. Wujudnya nyaris sama dengan bangunan khas suku Minangkabau.

Saat ini, Istano Basa Pagaruyung jadi museum serta pusat atraksi wisata di Batusangkar.

Perihal ini disebabkan Istana Pagaruyung sebagian kali hadapi kebakaran, ialah pada tahun 1804, 1966 serta 2007. Semenjak kebakaran terjalin, istana ini mulai hadapi revisi, sehingga khas Istananya terus menjadi lenyap. Walaupun begitu, istana ini terus menjadi diminati para turis yang mau memandang langsung istana ataupun hanya berswafoto.

Balairung Sari

Masuk dalam catatan cagar budaya di Sumatera Barat, Balairung Sari ialah balai adat yang dibuat dari kayu dengan atap dari ijuk dengan 6 gonjong serta lantai panggung. Bangunan ini ditopang kayu berjumlah 18 pasang dengan besar 3 m. Sebaliknya besar panggung dekat satu m.

Bangunan ini memanjang serta tanpa bilik, dengan dimensi panjang 18 m serta lebar 4. 40 m. Keunikan bangunan ini terletak pada lantainya. Jadi ruang bagian antara tiang awal ke tiang 9 dari Utara, lantainya terputus serta tidak menyambung dengan lantai ruang selanjutnya. Seolah- olah bangunan ini dibagi dalam 2 sisi, ialah sisi Utara serta sisi Selatan.

Pacu Jawi

Belum lama tradisi Pacu Jawi jadi jadwal budaya incaran para turis, baik dalam serta luar negara, spesialnya para juru foto. Pacu Jawi dilaksanakan bagaikan wujud rasa syukur serta terima kasih atas hasil bumi yang melimpah. Oleh sebab itu, Pacu Jawi juga jadi kegiatan harus dicoba kala masa panen sudah usai. Pacu Jawi sendiri dicoba di 4 kecamatan, ialah Kecamatan Pariangan, Rambatan, 5 Kalangan, serta Sungai Tarab. Filosopi dari Pacu Jawi merupakan pemimpin serta rakyat dapat berjalan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *